Apakah Boleh Wanita Tidur Tanpa Memakai pakain (Telanjang) ?

Seorang wanita bertanya, -semoga Allah balas engkau dengan kebaikan-

Apakah boleh wanita tidur tanpa menggunakan pakaian jika di dalam kamar yang tertutup dan disamping ada suaminya ?

Jawaban ini, di bangun diatas 2 kaidah.

Kaidah pertama : sudah diketahui dari ulama bahwasanya Tidak ada aurat di antara suami-istri yang wajib ditutupi, maka boleh suami melihat semua bagian tubuh istrinya, dan juga istri boleh melihat semua bagian tubuh suaminya. Maka tidak ada aurat diantara suami-istri

Dan ini bentuk kemudahan dan keutamaan yang diberikan Allah. Maka boleh suamimu melihat apapun darimu, sebagaimana kamu juga melihat semua bagian tubuh suamimu.

Kaidah kedua : Sunnguh lebih utama dan lebih sempurna seseorang menutup auratnya jika tidak dibutuhkan untuk membukanya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ Ketika ditanya seseorang ;

Dia berkata, “Ya Rasulullah, jika salah seorang di antara kami seorang diri apakah boleh membuka uarat?” Dia berkata, “Allah lebih berhak untuk dia malu dibanding terhadap orang lain.” (HR. Abu Daud, no. 4017)

Maka hendaknya seseorang dari bentuk hal yang utama dan sempurna yaitu tidak membuka auratnya, walaupun kepada orang yang boleh melihat auratnya jika membuka aurat tidak dibutuhkan. Diantara bentuk rasa malu kepada Allah. Sungguh manusia tidak akan terluput dari penglihatan Allah

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit ( QS. Ali Imran :5)

Diantara kesempurnaan malu kepada Allah adalah wanita tidak tidur bertelanjang walaupun disamping suaminya.

Saya tidak katakan haram secara zatnya, akan tetapi saya katakan lebih utama dan lebih sempurna

Jika suami telah selesai melakukan hubungan dengan istrinya, maka istri hendaknya memakai pakainnya sehingga ia tidur dengan adanya yang menutupi auratnya. Karena kebutuhan membuka aurat bisa berlalu dan hilang

Maka jika suami-istri tetap telanjang tanpa ada kebutuhan ini adalah menyelisihi adab dalam agama islam. Karena Allah yang lebih berhak untuk malu dari pada mereka (manusia)

Jadi, jika sedang dibutuhkan dan suamimu menggaulimu. Maka bukalah aurat untuknya, dan juga sebaliknya suami membuka aurat untukmu. Dan jika telah selesai kebutuhan untuk membuka aurat. Maka pakailah pakaian kalian berdua sehingga kalian berdua tidur dengan aurat tertutup

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan